Showing posts with label cookies. Show all posts
Showing posts with label cookies. Show all posts

Sunday, 29 January 2012

Fortune Cookies



Awalnya tidak terlalu dibaca dengan seksama apa isi email yang masuk pada akhir tahun lalu,  tapi menjelang berakhirnya bulan Januari ini, baru teringat dengan tantangan KBB#27 , setelah membuka email yg berisi petunjuk tantangan resepnya  mulai berpikir apa dan bagaimana si cookies ini..:)

Sedikit intermezzo, seperti apa sih sebenarnya fortune cookies ini ?? nah dibawah ada cerita singkatnya monggo di simak..:)

....."Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan.  Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.


Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini  akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.


Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.


Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi `permainan' dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca...."


Aku mencoba membuat sesuai dengan resep, berharap hasilnya akan bagus sesuai dengan bayanganku, ternyata tidak semudah yang dikira, dalam pembuatan kukis ini ada beberapa kendala yang aku alami :

  1. suhu harus benar-benar diperhatikan di resep tertulis 300 derajat fahreinheit, ternyata di ovenku kudu dinaikkan lagi sampai 350 derajat fahreinheit agar matangnya cepat.
  2. membuatnya juga melipatnya kudu telaten apalagi suhu kukisnya masih panas...benar2 kudu usaha dan sabar
  3. dari 1 resep yang dibuat ada bbrp batch yg gagal, karena kekeringan, menjadi garing, ada yang dilipat patah ada yang masih lembek dan ketebalan, tapi semua itu adalah seninya mencoba resep ini.
  4. Akhirnya setelah berjuang dengan waktu yang bisa dibilang tidak cukup sebentar itu, menghasilkan sekitar 10 pieces fortune cookies....
  5. Tapi kalau ditanya mau mencoba lagi..?? sepertinya tidak buatku,  kalau saja ada di indonesia pabrik yang memproduksi, lebih baik saya membeli daripada membuat hahahaha.......


Ada yang penasaran ? silahkan dicoba resep dibawah ini :

Ohya, berhubung tantangan kali ini pas bener dengan perayaan tahun baru cina, maka aku buat dalam versi merah dengan memberi bbrp tetes pewarna merah..., sesuai harapan agar dapat angpao dan keberuntungan seperti yg tertulis di sepotong kertas didalamnya......hehehe..........( iseng - iseng aja..)



Fortune Cookies



Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.


Ingredients:
2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water


Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets
2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.


Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies.





Dan karena sudah berusaha mencoba, fortune cookies nya dinyatakan lulus...:))






Saturday, 27 November 2010

Kue Bangket Jahe

Kue Bangket Jahe




Mengingatkan kembali pada makanan tradisional Indonesia, maka KBB kali ini mengangkat bangket sebagai tantangan yang harus di lakukan untuk bulan ini.
Dulu aku tidak begitu menyukai kue ini, padahal di Sumatra dimana kami hidup sewaktu kecil..kue ini memang tidak pernah absen untuk kudapan hari raya lebaran, dalam suasana menyiapkan penganan hari raya, tentunya selain masakan yg super lengkap, kue2 yang bermacam2, ibuku selalu menyempatkan diri untuk membuat 1-2 macam kue bangket ini.
Tapi sayangnya hehehe..aku jarang menyentuhnya , mungkin krn disetiap rumah yg dikunjungi bisa dipastikan kue ini selalu ada……akhirnya timbul bosen duluan pdhl mencicipi pun aku jarang….ga tau knp..

Tapi kali ini mau tidak mau aku hrs bernostalgia lagi dan membuat kue ini dengan tanganku sendiri…, beruntungnya aku sejak pindah ke Indonesia bbrp bulan lalu…, ibuku pun ada didekatku…jadi aku bisa mengorek kembali resep2 yang pernah beliau bikin terutama kue bangket ini…

Kendala datang..karena ibu sudah tua…catatan kue2nya pun entah dimana…dan diperparah dgn takaran pembuatan kue jaman dulu yg selalu tidak pernah akurat.., seperti memakai gelas belimbing, satu mangkuk..ini…, satu mangkuk itu…membuatku memutar otak gimana enaknya ya..untuk mewujudkan resep ibu ini.

Setelah diutak atik, akhirnya aku dan ibu merumuskan resep sesuai dgn ingatannya dan juga modifikasi dari keinginanku, misalnya untuk jahe krn saat lagi hamil begini senang dengan rasa yang lebih strong pedasnya dll, karena itu jahe nya aku perbanyak, lalu ditambahkan kayu manis juga dlm adonan gula santannya.

Tips dari ibu, santan hrs yang fresh dan benar2 kental, dimasak sampai menjadi galendo akan membuat kue menjadi mengembang dan retak2. Tapi dlm prakteknya aku tidak terlalu memasak sampai menjadi pure galendo krn adonan santan dan gula yg aku masak sudah sangat kental, akhirnya apinya aku matikan.

Setelah kue matang, aku dan ibu penasaran dengan rasa nya karena saat di oven bau harum rempahnya sangat mengundang selera…ternyata saat aku mencicipi..hmm…ya ampun..enak bener…, rasa jahe nya yg kuat disertai bau pandan dan kayu manis yg bercampur jd satu..gurih santan dan margarine..lengkap sudah….sore itu aku berhasil menaklukan bangket…kue yg dulu tidak pernah kusuka…akhirnya hari ini aku harus bilang…..aku menyukainya sangat…….hmmmm…………..

Kue Bangket jahe



Bangket Jahe
Resep asli dari Ibuku modifikasi Ema Yudistira
Bahan :

150 ml santan yang sangat kental
60 gr gula merah
50 gr jahe, diparut
60 gr margarine
60 gr gula halus
1 telur
½ sendok teh baking soda
300 gr tepung sagu atau tapioca
3 cm kayu manis batangan
2 lbr daun pandan
Sdkt garam

Kue bangket jahe



Cara membuat:

1. Rebus gula merah, kayu manis, dan santan sampai gula larut lalu saring.
2. Jahe parut dibagi 2, satu bagian diperas, dibuang ampas sebagian dibiarkan saja
3. Jerang kembali gula dan air santan lalu masukkan jahe parut dan air jahe nya juga garam.
4. Masak sampai mengental dan berminyak, lalu angkat, dinginkan.
5. Cuci dan potong 2 pandan, lalu panaskan wajan, sangrai tepung sagu dan pandan tsb sampai rada kekuningan dan harum.dinginkan.
6. Kocok margarine, gula halus dan telur hingga lembut
7. Pisahkan pandan dr tepung lalu masukkan tepung kedalam kocokan telur beserta margarine dan gula halus tadi , aduk rata.
8. Sedikit demi sedikit, masukkan larutan santan kental, sambil terus diaduk, sampai adonan sdh bisa dibentuk dan tidak terlalu lembek.
9. Gilas adonan lalu bentuk dan cetak sesuai selera.
10. Oven pada suhu sekitar 160-170 dengan waktu kurang lebih 25 menit.
11. Angkat dan dinginkan, simpan di toples siap dinikmati.



Kue Bangket jahe