Showing posts with label traditional. Show all posts
Showing posts with label traditional. Show all posts

Saturday, 26 April 2014

Gulai Cincang Daging (ala Padang )

Minggu ini baru ada semangat untuk mengisi blog masakku karena terusterang banyak yang ingin di tulis tapi apa daya selalu kehabisan waktu dan tenaga tentunya :P.

Kemarin tiba tiba ada sms dari suami, “Ma tolong masakin gulai cincang padang ya” saat ku baca wah tumben nih ada yang sedang ngidam rupanya hahahaha, aku balas sms nya “oke Pa, insyaallah ya”.

Masuk ke dapur mulai mengeluarkan daging yg ada di freezer kebetulan stocknya kebanyakan daging untuk steak tapi sudah bebas lemak, ya okelah biar mengurangi resiko timbunan lemak, hehehe.

Browsing sana sini dan mengingat rasa gulai cincang yang pernah aku makan di Indonesia, hmm, beruntung aku orang Sumatra walau bukan keturunan padang tapi lidah ku sudah terbiasa dengan masakan padang, pedas banyak bumbu, terkadang ibu dirumah pun dulu sering memasak buat kami macam macam masakan padang, jadi ga masalah walau kali ini baru untuk pertama aku membuat gulai cincang *sigghhhh*.

Setelah melihat bumbu bumbu yang dipakai, ada yang selalu aku ingat, setiap masakan yang aku masak tidak bisa memakai kapulaga /cardamom, karena ada yang alergi dengan bumbu tersebut, tapi tidak masalah kapulaga bisa di skip, oowwwhhh satu lagi bunga pekak tidak tersedia di dapurku, so jd lah 2 bumbu di skip.., semoga hasil akhir tetap sedap mantap…










GULAI CINCANG


Bahan:
800 gram daging tetelan ( aku pakai daging steak bebas fat ) 
air untuk merebus

minyak, untuk menumis



Bahan lain :
2 buah asam kandis

2 batang serai, memarkan
1 buah pekak  ( aku skip krn lg ga ada stock )
3 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 lembar daun kunyit, buat simpul
2 buah kapulaga ( aku skip )
2 cm kayumanis
500 ml santan kental

garam

gula pasir


Bahan yang dihaluskan :

10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
8 bh cabe merah keriting + 8 buah cabe merah besar

½ sdt merica

3 cm jahe
3 cm lengkuas
½ buah biji pala 
1  sdt ketumbar, sangrai
½ sdt jintan, sangrai







Cara membuat :

Jerang  air sampai mendidih, potong2 daging sapi berbentuk dadu, cuci lalu masukkan daging sapi. Masak sebentar sampai mendidih dan muncul buih2. Matikan api angkat dan buang airnya cuci kembali daging tersebut sisihkan ( kebiasaan ku bila memasak daging selalu begini,  gunanya  untuk membuang air bekas darah yang membuat rasa amis dan agar air kaldu yg dihasilkan jernih) . Didihkan air kembali lalu masukkan daging rebus sampai empuk.



Sementara tumis bumbu halus bersama bumbu lainnya sampai harum.kemudian masukkan bumbu kedalam panic yang berisi daging tadi, jerang kembali tambahkan santan , kemudian kaldu stock sapi bila suka, garam, gula, aduk, biarkan mendidih sampai mengental, dengan permukaan kuahnya berwarna merah menarik, matikan api. Siap dihidangkan dengan nasi panas beserta pelengkap lainnya.







Setelah suami pulang kerja, gulai cincang pun disiapkan untuk makan malam, sebelum makan dia bertanya "gak pakai kapulaga kan?" hehehehe , iya aku bilang sudah di skip, pas dia coba, nah mantapp ma....,  dia kasih jempol, eeiittts ternyata anak lelaki ku juga doyan kebetulan dia juga suka rasa pedas..., jadi gulai cincang ku kemarin sukses disukai...


Silahkan untuk mencoba siapa tau selera anda pun sama....happy cooking...... :D

















Tuesday, 26 November 2013

Cireng ( Aci di goreng )

Musim dingin arab sudah mulai datang walau untuk tahun ini datangnya telat, seharusnya di bulan september oktober udara mulai adem tapi entahlah makin kesini makin bergeser, saat sekarang diakhir bulan november dengan disertai badai besar yang datang di kamis dinihari minggu lalu ( ini ada cerita sendiri di blog jendelaku nanti..), cuaca berangsur adem walau matahari masih juga terik saat siang tetapi kalau sore angin dingin mulai terasa berhembus masuk ke pori pori.....hmmm...seperti udara bandung terutama di lembang....hehehee...






Tetapi ada hal yang membuat musim dingin ini sedikit mengganggu terutama buat berat badan..laahhh.??? apa hubungannya....heheheheee..., yahh tentu berhubungan...entah mengapa kondisi adem dingin membuat badan malas bergerak dan perut selalu cepat lapar..., semakin banyak asupan makanan tanpa disadari akhirnya kalau semakin malas berolahraga..berat badan akan naik secara tidak terduga..hmm...inilah hal yang paling tidak disukai sebenarnya...:(

anyway apapun itu.......masak memasak...bikin kue dan camilan akan jalan terus.....:P




Kali ini teringat dengan kota tempat tinggalku Bandung.., hmm ( yang diinget kulinernya melulu duuhh )

Cireng makanan khas jawa barat...., ingat dengan makanan ini..ingat pula dengan cireng yang dibuat oleh Aep.., seseorang yang sudah ikut di keluarga kakak ku sedari dia kecil.., dan sampai sekarang sangat telaten dalam urusan rumahtangga serta memasak....

Cireng adalah salah satu camilan yang suka dia buat untuk disantap sore hari di keluarga kakakku.., bikinannya enak.. tidak alot..., dan kalau sudah selesai di goreng selalu tandas di piring.., bila sudah begitu kita menunggu batch selanjutnya selesai digoreng heheheheeee..





Mengingat Aep nun jauh disana, mana bisa aku mengharapkan bantuannya untuk membuat cireng ini, terpaksa bila ingin makan  harus berusaha sendiri. membuat nya. Berbekal tanya dan  dengan mencoba coba beberapa resep dari teman dan lain lain cireng pun bisa dibuat :) yippiiiee....., tak lupa cireng yang aku buat selalu di beri isian.., karena memang cireng yang dijual banyak yg plain yang tidak ada isi apa-apa.., tapi buatku kurang menarik dan isi yang selalu aku makan biasanya isi bumbu kacang dengan rasa pedas yang mantap berpadu dengan panas cireng sehabis digoreng waduhhh...huh..hah...huh hah....makannya penuh perjuangan dan sensasi pedas...huaahhhhh....





Anakku yang besar akhirnya mulai menyukai juga tetapi syaratnya harus diisi keju bisa cheddar ataupun mozarella..., adiknya pun mengikuti kakaknya..., selalu yang mereka tunggu cireng keju selesai di goreng....disantap dengan lahap berdua..:D

Nah, kalau mau mencoba silahkan diintip resepnya dibawah ini :

Cireng

Bahan :

2 cup tepung tapioca
3/4 cup tepung terigu
1 1/2 sdt garam atau menurut selera
1 sdt gula pasir
1/2 sdt lada halus
1 1/2 sdt garlic powder atau bawang putih dihaluskan
2 batang bawang daun yang diris tipis
air mendidih secukupnya sampai bisa di bentuk







Cara membuat :

  1. Campur semua tepung, bawang daun dan bumbu aduk rata
  2. Tambahkan air mendidih aduk rata sampai bisa dibentuk dan lentur
  3. Isi dengan isian yang disukai ( aku memberi isian : bumbu kacang,  abon ayam + mayonaise dan keju )
  4. Goreng dan siap disajikan




Note :

Karena aku kepengen beda dibuatlah bentuk bentuk dengan cookie cutter, sebelumnya adonan di roll dulu diatas meja giling, setelah rata baru di potong dengan cookie cutter, setelah diisi, tempelkan kembali lembar adonan ke dua lalu rekatkan ujungnya dengan diolesi air sebelumnya, lalu rekatkan semua pinggirannya sampai tertutup rapat.











Sunday, 29 January 2012

Fortune Cookies



Awalnya tidak terlalu dibaca dengan seksama apa isi email yang masuk pada akhir tahun lalu,  tapi menjelang berakhirnya bulan Januari ini, baru teringat dengan tantangan KBB#27 , setelah membuka email yg berisi petunjuk tantangan resepnya  mulai berpikir apa dan bagaimana si cookies ini..:)

Sedikit intermezzo, seperti apa sih sebenarnya fortune cookies ini ?? nah dibawah ada cerita singkatnya monggo di simak..:)

....."Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan.  Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.


Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini  akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.


Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.


Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi `permainan' dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca...."


Aku mencoba membuat sesuai dengan resep, berharap hasilnya akan bagus sesuai dengan bayanganku, ternyata tidak semudah yang dikira, dalam pembuatan kukis ini ada beberapa kendala yang aku alami :

  1. suhu harus benar-benar diperhatikan di resep tertulis 300 derajat fahreinheit, ternyata di ovenku kudu dinaikkan lagi sampai 350 derajat fahreinheit agar matangnya cepat.
  2. membuatnya juga melipatnya kudu telaten apalagi suhu kukisnya masih panas...benar2 kudu usaha dan sabar
  3. dari 1 resep yang dibuat ada bbrp batch yg gagal, karena kekeringan, menjadi garing, ada yang dilipat patah ada yang masih lembek dan ketebalan, tapi semua itu adalah seninya mencoba resep ini.
  4. Akhirnya setelah berjuang dengan waktu yang bisa dibilang tidak cukup sebentar itu, menghasilkan sekitar 10 pieces fortune cookies....
  5. Tapi kalau ditanya mau mencoba lagi..?? sepertinya tidak buatku,  kalau saja ada di indonesia pabrik yang memproduksi, lebih baik saya membeli daripada membuat hahahaha.......


Ada yang penasaran ? silahkan dicoba resep dibawah ini :

Ohya, berhubung tantangan kali ini pas bener dengan perayaan tahun baru cina, maka aku buat dalam versi merah dengan memberi bbrp tetes pewarna merah..., sesuai harapan agar dapat angpao dan keberuntungan seperti yg tertulis di sepotong kertas didalamnya......hehehe..........( iseng - iseng aja..)



Fortune Cookies



Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.


Ingredients:
2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water


Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets
2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.


Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies.





Dan karena sudah berusaha mencoba, fortune cookies nya dinyatakan lulus...:))






Wednesday, 30 November 2011

Panettone, KBB #26


Dibalik cerita berbenah dll.., dan lagi2 bbrp tantangan baking aku lewati, kali ini kudu dan harus walau mepet juga akhirnya..., disempatkan membuat roti chrismast ala Italia Panettone...

kendala waktu, dan bla..bla...yang sudah basi untuk diungkapkan membuat baking kali ini tidak begitu sukses menurutku..., pertama adonan di uleni tidak lama karena sudah capek duluan, alhasil kekalisannya tidak terpenuhi...

kedua saat memanggang karena ditinggal terus dan waktu yang sedikit.., matangnya belum maksimal walau sudah rada gosong permukaannya..., sehingga dome yg sudah terbentuk ditengah mengempes lagi walau tidak banyak.

ketiga..., hehehe cetakan yg ada terlalu besar, tidak sempat memilih cetakan yg lebih kecil atau memakai cups dll, jdnya yah tidak terlalu menjulang tinggi layaknya panettone yg dijual..

over all, enak..., rotinya pun tandas apalagi dengan banyak buah2an kering ditambahkan, ditemani secangkir kopi sore hari..., sambil ngobrol, akhirnya panettone pun ludes..kebetulan keluarga sedang berkumpul di rumah....

--------------------------------------------------------




Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet


Ingredients

 - 1 1/2 cakes of fresh baker's yeast
- 65 ml (1/4 cup) sugar
 - 6 tbsp. warm water
- 6 egg yolks
- Finely grated zest of 1 lemon
- A pinch of salt
 - 500-750 ml (2-3 cups) flour
 - 100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
 - 100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
- 4 tbsp. sultanas
- 4 tbsp. currants
 - 1 tsp. vanilla



 Method
 Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes;
 pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar;
gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained - the dough should easily come together into a ball;
 gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic;
 add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;
place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;
 punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;
line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;
cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;
remove the paper from the top; brush the top with softened butter.




Baking

Preheat the oven to 200°C (400° F);
place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;
reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;
 remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding.





lulusssss untuk tantangan kali ini....., thank you hosts.....:)