Showing posts with label indonesian food. Show all posts
Showing posts with label indonesian food. Show all posts

Sunday, 22 June 2014

Kolak Sagu Mutiara dan Kue Talam

"Most of us have fond memories of food from our childhood. Whether it was our mom's homemade lasagna or a memorable chocolate birthday cake, food has a way of transporting us back to the past."
by Homara Cantu

Kembali ke masa lalu..., di masa kanak kanak...yang terbayang salah satunya adalah makanan..., tidak bisa dihindari kenangan tentang makanan di masa itu...terkadang membuat kangen, karena saat ini bisa jadi hal tersebut sudah langka didapat..., mungkin karena sudah berbeda tempat tinggal juga sudah tergantikan dengan macam makanan lain yang menjadi trend dimasa kini.....

Begitupun dengan saya..., bila rasa dan keinginan itu muncul, saya akan berusaha mencari tahu dengan membuka website dan membandingkan apa yang saya makan dulu dengan resep yang tersebar di dunia maya.., bila tidak berhasil saya akan mencoba mengutak atik..sehingga didapat rasa yang minimal mendekati apa yang saya mau.....




Seperti makanan ini yang saya selalu ingat ketika saya masih di bangku sekolah dasar, penjual makanan ini akan berkeliling perumahan dengan berteriak khas memanggil kita untuk membeli makanan mereka....hehehehe, entahlah kalau sekarang si abang abang penjual ini masih adakah di sumatra sana atau sudah tidak ada lagi.... 

Resep versi saya seperti dibawah ini :

Sagu Mutiara

Bahan :
2 cup sagu mutiara
700 ltr air didihkan
beberapa tetes pewarna makanan
1/4 sdt garam

Cara membuat :
Didihkan air, masukkan garam, dan pewarna, lalu masukkan sagu mutiara
Aduk sampai matang dan berwarna serta bening.
Buang air nya lalu siram atau rendam dengan air sampai berwarna jernih dan hilang gumpalan kanji nya
Saring dengan saringan halus, sisihkan
Versi saya, taruh dalam wadah2 kecil dan padatkan, biarkan dingin




Kue Talam 

Bahan :
2 lembar daun pandan/suji blender dengan 100 ml air saring
11/4 cup tepung beras 
400 ml santan kental
1/2 sdt garam
sdkt pasta pandan

Cara membuat :
Campur tepung beras, air pandan,pasta pandan, garam, dan santan, aduk semua sampai larut 
Jerang diatas api didihkan sampai meletup2
Angkat taruh di cetakan kue, dinginkan.
( Karena kue ini nanti akan diiris, apabila kurang kenyal atau kurang air silahkan ditambahkan masing-masing)




Air santan 

400 ml santan + sdkt garam + satu lembar daun pandan diikat, lalu didihkan sambil diaduk aduk
Setelah mendidih dan matang angkat, dinginkan.



Air Gula Palem

sekitar 300 gr gula merah + 2 sdm gula putih + 1 lbr daun pandang yg diikat + 400 ml air, didihkan diatas api, sambil diaduk sampai larut, mendidih dan biarkan sedikit mengental.
Saring lalu dinginkan.




Penyajiannya :

Ambil sagu mutiara yang sudah dicetak tambahkan irisan kue talam siram dengan kuah gula palem dan santan, nikmati disaat sore hari sambil bersantai dengan keluarga, sajikan dingin lebih enak....

Lumayan untuk mengobati rasa rindu akan makanan masa kecil....., silahkan dicoba......:D











Saturday, 26 April 2014

Gulai Cincang Daging (ala Padang )

Minggu ini baru ada semangat untuk mengisi blog masakku karena terusterang banyak yang ingin di tulis tapi apa daya selalu kehabisan waktu dan tenaga tentunya :P.

Kemarin tiba tiba ada sms dari suami, “Ma tolong masakin gulai cincang padang ya” saat ku baca wah tumben nih ada yang sedang ngidam rupanya hahahaha, aku balas sms nya “oke Pa, insyaallah ya”.

Masuk ke dapur mulai mengeluarkan daging yg ada di freezer kebetulan stocknya kebanyakan daging untuk steak tapi sudah bebas lemak, ya okelah biar mengurangi resiko timbunan lemak, hehehe.

Browsing sana sini dan mengingat rasa gulai cincang yang pernah aku makan di Indonesia, hmm, beruntung aku orang Sumatra walau bukan keturunan padang tapi lidah ku sudah terbiasa dengan masakan padang, pedas banyak bumbu, terkadang ibu dirumah pun dulu sering memasak buat kami macam macam masakan padang, jadi ga masalah walau kali ini baru untuk pertama aku membuat gulai cincang *sigghhhh*.

Setelah melihat bumbu bumbu yang dipakai, ada yang selalu aku ingat, setiap masakan yang aku masak tidak bisa memakai kapulaga /cardamom, karena ada yang alergi dengan bumbu tersebut, tapi tidak masalah kapulaga bisa di skip, oowwwhhh satu lagi bunga pekak tidak tersedia di dapurku, so jd lah 2 bumbu di skip.., semoga hasil akhir tetap sedap mantap…










GULAI CINCANG


Bahan:
800 gram daging tetelan ( aku pakai daging steak bebas fat ) 
air untuk merebus

minyak, untuk menumis



Bahan lain :
2 buah asam kandis

2 batang serai, memarkan
1 buah pekak  ( aku skip krn lg ga ada stock )
3 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 lembar daun kunyit, buat simpul
2 buah kapulaga ( aku skip )
2 cm kayumanis
500 ml santan kental

garam

gula pasir


Bahan yang dihaluskan :

10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
8 bh cabe merah keriting + 8 buah cabe merah besar

½ sdt merica

3 cm jahe
3 cm lengkuas
½ buah biji pala 
1  sdt ketumbar, sangrai
½ sdt jintan, sangrai







Cara membuat :

Jerang  air sampai mendidih, potong2 daging sapi berbentuk dadu, cuci lalu masukkan daging sapi. Masak sebentar sampai mendidih dan muncul buih2. Matikan api angkat dan buang airnya cuci kembali daging tersebut sisihkan ( kebiasaan ku bila memasak daging selalu begini,  gunanya  untuk membuang air bekas darah yang membuat rasa amis dan agar air kaldu yg dihasilkan jernih) . Didihkan air kembali lalu masukkan daging rebus sampai empuk.



Sementara tumis bumbu halus bersama bumbu lainnya sampai harum.kemudian masukkan bumbu kedalam panic yang berisi daging tadi, jerang kembali tambahkan santan , kemudian kaldu stock sapi bila suka, garam, gula, aduk, biarkan mendidih sampai mengental, dengan permukaan kuahnya berwarna merah menarik, matikan api. Siap dihidangkan dengan nasi panas beserta pelengkap lainnya.







Setelah suami pulang kerja, gulai cincang pun disiapkan untuk makan malam, sebelum makan dia bertanya "gak pakai kapulaga kan?" hehehehe , iya aku bilang sudah di skip, pas dia coba, nah mantapp ma....,  dia kasih jempol, eeiittts ternyata anak lelaki ku juga doyan kebetulan dia juga suka rasa pedas..., jadi gulai cincang ku kemarin sukses disukai...


Silahkan untuk mencoba siapa tau selera anda pun sama....happy cooking...... :D

















Tuesday, 26 November 2013

Cireng ( Aci di goreng )

Musim dingin arab sudah mulai datang walau untuk tahun ini datangnya telat, seharusnya di bulan september oktober udara mulai adem tapi entahlah makin kesini makin bergeser, saat sekarang diakhir bulan november dengan disertai badai besar yang datang di kamis dinihari minggu lalu ( ini ada cerita sendiri di blog jendelaku nanti..), cuaca berangsur adem walau matahari masih juga terik saat siang tetapi kalau sore angin dingin mulai terasa berhembus masuk ke pori pori.....hmmm...seperti udara bandung terutama di lembang....hehehee...






Tetapi ada hal yang membuat musim dingin ini sedikit mengganggu terutama buat berat badan..laahhh.??? apa hubungannya....heheheheee..., yahh tentu berhubungan...entah mengapa kondisi adem dingin membuat badan malas bergerak dan perut selalu cepat lapar..., semakin banyak asupan makanan tanpa disadari akhirnya kalau semakin malas berolahraga..berat badan akan naik secara tidak terduga..hmm...inilah hal yang paling tidak disukai sebenarnya...:(

anyway apapun itu.......masak memasak...bikin kue dan camilan akan jalan terus.....:P




Kali ini teringat dengan kota tempat tinggalku Bandung.., hmm ( yang diinget kulinernya melulu duuhh )

Cireng makanan khas jawa barat...., ingat dengan makanan ini..ingat pula dengan cireng yang dibuat oleh Aep.., seseorang yang sudah ikut di keluarga kakak ku sedari dia kecil.., dan sampai sekarang sangat telaten dalam urusan rumahtangga serta memasak....

Cireng adalah salah satu camilan yang suka dia buat untuk disantap sore hari di keluarga kakakku.., bikinannya enak.. tidak alot..., dan kalau sudah selesai di goreng selalu tandas di piring.., bila sudah begitu kita menunggu batch selanjutnya selesai digoreng heheheheeee..





Mengingat Aep nun jauh disana, mana bisa aku mengharapkan bantuannya untuk membuat cireng ini, terpaksa bila ingin makan  harus berusaha sendiri. membuat nya. Berbekal tanya dan  dengan mencoba coba beberapa resep dari teman dan lain lain cireng pun bisa dibuat :) yippiiiee....., tak lupa cireng yang aku buat selalu di beri isian.., karena memang cireng yang dijual banyak yg plain yang tidak ada isi apa-apa.., tapi buatku kurang menarik dan isi yang selalu aku makan biasanya isi bumbu kacang dengan rasa pedas yang mantap berpadu dengan panas cireng sehabis digoreng waduhhh...huh..hah...huh hah....makannya penuh perjuangan dan sensasi pedas...huaahhhhh....





Anakku yang besar akhirnya mulai menyukai juga tetapi syaratnya harus diisi keju bisa cheddar ataupun mozarella..., adiknya pun mengikuti kakaknya..., selalu yang mereka tunggu cireng keju selesai di goreng....disantap dengan lahap berdua..:D

Nah, kalau mau mencoba silahkan diintip resepnya dibawah ini :

Cireng

Bahan :

2 cup tepung tapioca
3/4 cup tepung terigu
1 1/2 sdt garam atau menurut selera
1 sdt gula pasir
1/2 sdt lada halus
1 1/2 sdt garlic powder atau bawang putih dihaluskan
2 batang bawang daun yang diris tipis
air mendidih secukupnya sampai bisa di bentuk







Cara membuat :

  1. Campur semua tepung, bawang daun dan bumbu aduk rata
  2. Tambahkan air mendidih aduk rata sampai bisa dibentuk dan lentur
  3. Isi dengan isian yang disukai ( aku memberi isian : bumbu kacang,  abon ayam + mayonaise dan keju )
  4. Goreng dan siap disajikan




Note :

Karena aku kepengen beda dibuatlah bentuk bentuk dengan cookie cutter, sebelumnya adonan di roll dulu diatas meja giling, setelah rata baru di potong dengan cookie cutter, setelah diisi, tempelkan kembali lembar adonan ke dua lalu rekatkan ujungnya dengan diolesi air sebelumnya, lalu rekatkan semua pinggirannya sampai tertutup rapat.











Friday, 25 February 2011

Cerita di February 2011

Hollaaaaa.............., baru teringat kembali dengan blog ku yang satu ini....,Sejak awal tahun 2011 belum pernah disentuh sama sekali...maklum terlalu banyak cerita yang terjadi di akhir tahun lalu..yang membuat banyak kesibukanku..sampai-sampai..urusan blog..terlewat begitu saja...( padahal emang untuk mengisi blog bila ada saat luang...qiqiqiiii ).

So.., saat ini kami sudah pindah ke bandung kembali setelah sekitar 7 tahun kurang untukku dan 8 tahun untuk suamiku berdiam di Qatar salah satu negara dikawasan Timur tengah tempat suami mencari rezeki.., sejak menikah dan akhirnya punya anak..lalu seiring di beri Nya kembali kami rezeki dgn kehamilanku bgt juga dengan karir suami, yang mengharuskan kami pindah dan saat ini bandung adalah tempat kami kembali walaupun suami hrs bepergian ke satu negara dan negara lain..tapi unttuk sementara saya dan anakku..stay dibandung dulu sampai saatnya melahirkan nanti..., sedikit berbagi kisah hidup.....

Sudah sekitar 6 bulan merasakan kehidupan kota bandung dengan segala macam isi didalamnya...tapi apapun itu tetap menyenangkan berada di tanah air sendiri dan dekat dengan keluarga besar..walaupun dulu tinggal di negara orang banyak juga kelebihannya...so pasti yg namanya makanan..hmm....emang ga bisa dipungkiri..bagaimanapun lebih banyak enaknya di negara sendiri drpd negara lain..semua ada...hehehe

Seperti di bulan2 lalu saat aku ingin sekali merasakan makanan putu yg setiap waktu saat duluuu banget..sering lewat didepan rumah dengan bunyi suara yg melengking memanggil2...biasanya si abang2 lewat saat sore hari..., setelah bbrp waktu ditunggu ternyata sekarang abang2 penjual itu sudah langka..., tapi mungkin rezeki si jabang bayi kali ya...suatu saat di hari yg tidak begitu sore...saya mendengar suara panggilan dr si putu....ciiiiiiiiiiiisssiiiitt......!!!.., asisten dirumah pun segera melongok keluar..hmm benar saja...si abang lewat didepan rumah...!!

Abang penjual putu

Abang Putu dan Peralatannya




Langsung si abang di panggil dan aku langsung memesan satu porsi putu dengan syarat banyakin isi gula merahnya....!!!!

Sambil melihat cara pembuatan dan melihat perkakas si abang..terbersit pikiran yg bagaimana2...krn melihat kekurang higienisan wadah2 bahan2 nya..tp krn keinginan lebih kuat akhirnya dengan bismillah...aku nikmati putu di sore hari itu..dan dlm hati semoga tidak ada dampaknya terhadap apa yg aku makan ini untuk bayiku...hehehehe...., yg pasti putu di sore hari itu benar2 enak...dan tandas...maklum bumil.....:)

Putu

Putu


Ohya akhir-akhir ini bandung juga mulai terasa panas dan gerah..duh walaupun pernah tinggal di gurun tp panasnya bandung bikin keringatan yg benar-benar membuat haus dan dahaga...., jadi buat aku makan buah selalu harus banyak..., cuma kali ini harus disertai yg dingin-dingin...tentu dengan membuat es buah...

Es Buah melon serut

Es Buah Serut Melon


Suatu saat ingin es buah yang cepat dibuat dan tidak ribet...dengan memanfaatkan buah melon..., sirup melon..disertai dengan agar-agar jelly melon..., aku membuat es buah serut yg segar..., dengan melon serut juga agar2 jelly yg sdh rada di bekukan lalu diserut...dicampur dengan sirup melon dan batu es...taraaa...jadilah penyekat dahaga pada siang yang sangat panas di minggu-minggu lalu......

Sangat segar dan nikmat....!!!

Es buah melon serut

Es Buah Serut Melon



Kembali ke cerita tentang kehamilanku...mulai akhir bulan ini..adalah saat-saat penantian akan datangnya baby mungil ke dua dirumah kami..., semoga bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan perkiraan dokter...so far everything is OK..., insyaallah...semua dimudahkan amin..........






Saturday, 27 November 2010

Kue Bangket Jahe

Kue Bangket Jahe




Mengingatkan kembali pada makanan tradisional Indonesia, maka KBB kali ini mengangkat bangket sebagai tantangan yang harus di lakukan untuk bulan ini.
Dulu aku tidak begitu menyukai kue ini, padahal di Sumatra dimana kami hidup sewaktu kecil..kue ini memang tidak pernah absen untuk kudapan hari raya lebaran, dalam suasana menyiapkan penganan hari raya, tentunya selain masakan yg super lengkap, kue2 yang bermacam2, ibuku selalu menyempatkan diri untuk membuat 1-2 macam kue bangket ini.
Tapi sayangnya hehehe..aku jarang menyentuhnya , mungkin krn disetiap rumah yg dikunjungi bisa dipastikan kue ini selalu ada……akhirnya timbul bosen duluan pdhl mencicipi pun aku jarang….ga tau knp..

Tapi kali ini mau tidak mau aku hrs bernostalgia lagi dan membuat kue ini dengan tanganku sendiri…, beruntungnya aku sejak pindah ke Indonesia bbrp bulan lalu…, ibuku pun ada didekatku…jadi aku bisa mengorek kembali resep2 yang pernah beliau bikin terutama kue bangket ini…

Kendala datang..karena ibu sudah tua…catatan kue2nya pun entah dimana…dan diperparah dgn takaran pembuatan kue jaman dulu yg selalu tidak pernah akurat.., seperti memakai gelas belimbing, satu mangkuk..ini…, satu mangkuk itu…membuatku memutar otak gimana enaknya ya..untuk mewujudkan resep ibu ini.

Setelah diutak atik, akhirnya aku dan ibu merumuskan resep sesuai dgn ingatannya dan juga modifikasi dari keinginanku, misalnya untuk jahe krn saat lagi hamil begini senang dengan rasa yang lebih strong pedasnya dll, karena itu jahe nya aku perbanyak, lalu ditambahkan kayu manis juga dlm adonan gula santannya.

Tips dari ibu, santan hrs yang fresh dan benar2 kental, dimasak sampai menjadi galendo akan membuat kue menjadi mengembang dan retak2. Tapi dlm prakteknya aku tidak terlalu memasak sampai menjadi pure galendo krn adonan santan dan gula yg aku masak sudah sangat kental, akhirnya apinya aku matikan.

Setelah kue matang, aku dan ibu penasaran dengan rasa nya karena saat di oven bau harum rempahnya sangat mengundang selera…ternyata saat aku mencicipi..hmm…ya ampun..enak bener…, rasa jahe nya yg kuat disertai bau pandan dan kayu manis yg bercampur jd satu..gurih santan dan margarine..lengkap sudah….sore itu aku berhasil menaklukan bangket…kue yg dulu tidak pernah kusuka…akhirnya hari ini aku harus bilang…..aku menyukainya sangat…….hmmmm…………..

Kue Bangket jahe



Bangket Jahe
Resep asli dari Ibuku modifikasi Ema Yudistira
Bahan :

150 ml santan yang sangat kental
60 gr gula merah
50 gr jahe, diparut
60 gr margarine
60 gr gula halus
1 telur
½ sendok teh baking soda
300 gr tepung sagu atau tapioca
3 cm kayu manis batangan
2 lbr daun pandan
Sdkt garam

Kue bangket jahe



Cara membuat:

1. Rebus gula merah, kayu manis, dan santan sampai gula larut lalu saring.
2. Jahe parut dibagi 2, satu bagian diperas, dibuang ampas sebagian dibiarkan saja
3. Jerang kembali gula dan air santan lalu masukkan jahe parut dan air jahe nya juga garam.
4. Masak sampai mengental dan berminyak, lalu angkat, dinginkan.
5. Cuci dan potong 2 pandan, lalu panaskan wajan, sangrai tepung sagu dan pandan tsb sampai rada kekuningan dan harum.dinginkan.
6. Kocok margarine, gula halus dan telur hingga lembut
7. Pisahkan pandan dr tepung lalu masukkan tepung kedalam kocokan telur beserta margarine dan gula halus tadi , aduk rata.
8. Sedikit demi sedikit, masukkan larutan santan kental, sambil terus diaduk, sampai adonan sdh bisa dibentuk dan tidak terlalu lembek.
9. Gilas adonan lalu bentuk dan cetak sesuai selera.
10. Oven pada suhu sekitar 160-170 dengan waktu kurang lebih 25 menit.
11. Angkat dan dinginkan, simpan di toples siap dinikmati.



Kue Bangket jahe






Tuesday, 30 June 2009

My cooking activity last week

Almost one month i didn't updating this blog, yachhh..., kesibukan akhir-akhir ini selalu membuat aku kekurangan waktu untuk sedikit bersantai dan meluangkan waktu barang sejenak untuk menulis di blog jg menyapa dan berkunjung ke sesama teman didunia maya...

Kadang-kadang aku merasa lelah dan capek..., sehingga waktu yang tersisa sebisa mungkin aku gunakan untuk beristirahat...,tidak seperti dulu..saat dimana aku punya energi yang banyak untuk melakukan aktivitas yang lain yang aku senangi...:)

Saat di penghujung bulan ini.., aku kepengen mengisi blog ini dengan cerita dapurku dlm minggu2 lalu...

gado-gado
GADO-GADO





Ada beberapa masakan yang aku buat tapi tidak terlalu istimewa sih.., hanya makanan kenangan masakan indonesia..yang ga pernah ngebosenin...minggu kemarin aku kangen gado2..., karena semua bahan kebetulan ada..jadi membuat makanan yang satu ini ga memakan waktu lama..., seperti biasa resep nya sdh umum digunakan sehari2...mungkin yg berbeda adalah dr rasa sesuai dgn selera masing...:)

1
GADO-GADO


Saat gado-gado sudah tandas.., aku pun teringat lagi dengan makanan khas yang lain..lalu berbekal bahan2 yang jg selalu ready.., berkutat lagi aku didapur untuk membuat klepon...

klepon
KLEPON



mencampur bahan.., membuat bulatan.., mengisi lalu..direbus dlm air mendidih..., setelah matang diangkat dan dibalurkan keatas kelapa parut...hmmm....saat mencoba satu gigitan..."TUUSSSS...", suara klepon meletus..., hehehehe...ingatanku melayang ke masa kecil...
The memory of childhood that was beautiful with parents, older brothers and sisters..., suasana yang menyenangkan saat berkumpul menikmati penganan ini di sore hari...aacchh....i miss my big family at there.....:)

6
KLEPON

Ada satu lagi penganan alias camilan yang aku suka akhir2 ini...ga hanya diriku tp anak dan suami pun ikut menyukainya.., barbeque rice crackers, salty and deliciously taste..., yang pasti ga harus bikin karena tinggal beli aja...hehehe...

stack1
BARBEQUE RICE CRACKERS


So itu ceritaku tentang minggu2 terakhir dibulan ini.., emang ga ada yang istimewa kan..???, tapi semoga bulan mendatang.., aku bisa lebih rileks dan mempunyai banyak waktu untuk ber-blogging lagi..., semoga...:)


Ohya untuk yang sudah mampir dan membaca aku ucapkan terimakasih...,


Last but not least, the barbeque rice crackers pict, i sent to Click Event this month in Jugalbandi.

About this event CLICK HERE


Thursday, 19 March 2009

Masak..masak lagi..( Pindang Ikan..)

Minggu pertama bulan ini aku membuat masakan ikan.., ga tau kenapa kok ya aku kangen banget sama pindang ikan tilapia masakan ibu. Biasanya pindang ikan yg terkenal ya pindang ikan patin.., tapi dulu ibuku selalu bikin pindang ikannya ikan tilapia aka Mujair ato Nila..yang ga bau tanah pastinya..

Dulu karena masa kecilku sempat tinggal di daerah yang ada danaunya.., kalau pagi hari saat ibuku belanja ke pasar pagi pasti banyak yg menjual ikan segar hasil tangkapan nelayan.. ikan danau yang rasanya gak bau tanah dan dagingnya manis.., banyak sekali macem2 ikan tp yg super adalah ikan semah..itu bahasa sumatra..ga tau kl bahasa ilmiahnya..dulu harganya sangat mahal..., kebanyakan orang2 yg berduit yg bisa beli ikan tsbt.., kalau kel kami sempet menikmati tp tidak terlalu sering..:)

Saat sekarang aku tinggal di qatar..ternyata aku menemukan ikan itu diantara ikan2 frozen yg diimport dr myanmar.., hehehe lumayan bernostalgia dgn masakan masa kecil..:)

Tapi kali ini yang aku mau share adalah masakan pindang ikan ala ibuku, ini dia resepnya..:


pindanng ikan 3



Pindang Ikan Tilapia
Resep by darrellmom

Bahan :
2 Buah ikan tilapia ukuran sedang masing2 potong 4
5 bh bawang merah diiris tipis
2 bh bawang putih diiris tipis
2 bh cabe merah potong 4
6 bh tomat cherry potong 4
1 ruas jahe dan laos, dipotong kasar
21batang sereh potong 2 memarkan
2 lbr daun salam
1 ruas kunyit potong kasar
air asam jawa secukupnya
Air jeruk lemon secukupnya
Garam, gula, kaldu secukupnya


pindang ikan 2




Cara Membuat :
1. Cuci ikan lumuri dengan air jeruk lemon diamkan 15 menit
2. Didihkan air lalu masukkan semua bumbu, kecuali tomat dan air asem..
3. Cuci kembali ikan masukkan kedlm air yg mendidih tadi.
4. Setelah setengah matang masukkan air asam jawa, tomat, garam, gula sedikit serta kaldu bubuk bila perlu.
5. Angkat dari api, hidangkan dengan sambal mangga dan lalapan timun serta sayuran rebus.



pindang ikan




Sambal mangga :

6 bh cabe merah
2 bh bawang merah
1 bh mangga muda iris tipis2 dagingnya
Sedikit terasi
Garam dan gula secukupnya

Caranya :
Ulek cabe dan bawang merah, masukkan terasi gula dan garam
Masukkan irisan mangga muda ulek kasar jangan terlalu halus, cicipi rasanya cukup pedes, asin manisnya serta asem mangga..hmmm mantapp....



Ayo silahkan dicoba....!!!!

Wednesday, 31 December 2008

Sticky Rice Dumplings with palm syrup, goodbye 2008

Minggu2 terakhir desember ini adalah hari-hari yang bener2 menguji kesabaran..., sudah hampir beberapa minggu Internet bermasalah.., beberapa blogku ga bisa dibuka , tapi semua hrs dilalui dengan kepala dingin...:)

hari terakhir dibulan desember ini aku sempatkan untuk mengupload resep sekedar mengingatkanku dengan masa lalu..., dengan makanan kesukaan yang selalu aku kangenin....



lupis



Here the recipe :



Sticky Rice Dumpling with Palm Syrup


Recipe from RecipeZaar.com by Asura

sticky rice dumplings

500 gr glutinuous rice, washed, soaked in water overnight, rinsed
500 ml water
banana leaves



lupis4



coconut
225 gr coconut, grated
1/4 teaspoon salt

palm sugar syrup
300 g palm sugar
3 tablespoons granulated sugar
125 ml water

Directions

Sticky rice dumplings:
Take 2 piece of banana leaves, make like a triangular shape, put in 1 tablespoon of sticky rice, close it and secure with ropes or toothpick.

Boil in water for 3 hours until well cooked. Rinsed and remove the leaves. set aside and let cool.



lupis7



Coconut:
Mixed the grated coconut with salt. Steam for 10 minutes.

Palm sugar syrup:
Put to boil all of the ingredients until it became a thick sugar syrup.
Roll the sticky rice dumplings into the grated coconut.

Arrange in small plates and pour over the syrup.



lupis3



Semakin dekat waktu pergantian tahun...banyak kenangan yang telah dilewati dalam thn 2008 ini.., semoga semua yg telah terjadi akan membawa hal positif di masa datang....



goodbye 2008

Saturday, 25 October 2008

( Cooking ) ( Indonesian Food ) Beef Tongseng


TONGSENG
Fried Lamb / Beef in a sweet soy sauce


The original recipe tongseng used lamb meat but because stock of meat in my freezer only beef, then I substitute lamb meat with beef. After being cooked and in tasted it seems ... yummy....:)


tongseng


Ingredients:

350 gr lamb/ ( I used Beef )
5 shallots
4 cloves garlic
4 chili red
500 ml water
4 tbsp sweet soy sauce
1/2 tsp pepper
1-2 tbsp lime juice
5 cabbage leaves
salt to taste
sugar to taste
3 tbsp oil


Method:

Cut the meat into cubes. Slice the shallots, the garlic and the chilli’s fine. Slice the cabbage into small pieces.
Heat in a wok the oil and fry the garlic until golden brown. Add the shallots and chilli’s then fry them until soft.

Add the meat followed by water, sweet soy sauce, the pepper, the salt and the sugar and let it simmer slowly until the meat is tender and sauce has thickened. Add the cabbage and the lime juice, let it simmer until it is cooked.

Recipe from Masakan Indonesia Book, by Yasaboga



tongseng

Friday, 19 September 2008

Biji Salak..tajil berbuka puasa..............

2 minggu lalu kangen sama makanan ini...dulu banget aku pernah kenal dengan mbok yang berjualan macam2 makanan seperti ini rasanya tuh uenaaakk dan puleenn banget..apalagi kalo kinca dan sausnya itu udah tercampur...hmm..


biji salak



Kalo beli aku pasti beli beberapa bungkus untukku sendiri hehehe...., selain biji salak ini aku suka kalo dicampur dengan bubur sumsum dan lapis beras yang berwarna hijau aduuhh aku lupa namanya....kembali mengingatkan aku semasa SMP puluhan tahun lalu.... kalo ikut kakakku ke pasar pasti pulangnya mampir dulu ke sini. Beliau selalu berjualan di pasar Kiara Condong bandung.., didepan toko kelontong dekat pintu masuk pasar dr arah depan....

Ada ga ya temen2 dr bandung yg pernah mencoba makanan si mbok ini..????


biji salak



Mengobati rasa kangen jadi aja bikin Biji salak.......:)


Bahan:

2 bh ubi jalar kurleb 400 gr
tepung kanji/tapioca 100 gr kalo msh lembut tambah lagi beberapa sendok sampai bisa dipulung
¼ sdt garam
Vanili
Air gula merah yg telah disaring kurleb 300 ml
Air untuk merebus
1 sdm tepung beras

Saus:

500 ml santan dari ½ butir kelapa parut
1 lembar daun pandan, potong-potong
¼ sdt garam

Cara membuat:

Kupas dan kukus ubi hingga matang. Angkat. Lalu haluskan.
Ambil sebagian ubi halus,sisakan sekitar 2 sendok makan.
Kemudian campur dengan tepung kanji dan garam hingga
rata.
Bentuk adonan bulat-bulat seperti biji salak.
Didihkan air secukupnya, rebus biji salak hingga mengapung. Angkat
dan tiriskan.
Didihkan air gula merah,sementara itu sisa 2 sdm ubi tadi ditambah 1 sdm tepung beras diberi air sekitar 100 ml, lalu aduk sampai tercampur.
Masukkan campuran ubi dan tepung beras ini kedlm air gula merah aduk hingga rata.
Masukkan biji salak rebus, diamkan diatas api sebentar aduk hingga tercampur rata. Angkat.


Saus:

Rebus santan bersama pandan dan garam hingga mendidih. Angkat
dan dinginkan.

Sajikan biji salak dengan siraman saus santan.


biji salak