Showing posts with label KBB. Show all posts
Showing posts with label KBB. Show all posts

Wednesday, 30 May 2012

Eccless Cake : KBB#29



Di minggu ke 3 bulan mei ini, ada ajakan untuk mengerjakan tantangan KBB#29, bareng-bareng dirumah mira, setelah saling chat siapa yang bisa ikut, akhirnya cuma ber 4 (ema, mira, yuyun, teh molly ), dengan satu master kita yg selalu standby datang dari jakarta mbak Emma Isti. 


Sesuai waktu yg ditentukan, dengan suasana seru dibumbui gosip-gosip dan ngobrol,  kita mulai membuat sesuai resep, ( ternyata kalo rame rame seru juga ya baking nya hehehe ), setelah semua rampung  dan baru lipatan 1 dough nya mulai membledus.., untung mbak Emma udah datang, dikasih tau lah kita melipat pastry dan mensiasati gmn caranya kl ada bocor dan lain-lain....

RAME2

Dari siang sampai menjelang sore, disambi dengan jajan tahu gejrot, camilan yang disediain tuan rumah enak-enak..., pokoknya tanpa terasa sudah habis satu hari waktu yang kita sediain untuk membuat eccless ini...

So far untuk yg suka buah2an kering, camilan ini enak deh....., rasa orange peel, lemon dan teman2nya membuat cake ini segar dan ga gitu bersalah untuk mencomot beberapa sekaligus...hehehe



eccless cake KBB#29

























Eccles Cakes
Makes about  50 smallish cakes



Filling:

6 tablespoons unsalted butter
1 cinnamon stick
1 teaspoon ground nutmeg
1/2 teaspoon ground cloves
Peel from 2 lemons
Peel from 2 oranges 2 cups dried currants  
1/2 cup golden raisins
2 tablespoons brandy
1/4 cup fresh-squeezed lemon juice

Melt the butter in a small saucepan over medium heat.  Add the spices and peel and fry until they are fragrant in the butter. Add the fruit, brandy, and juice. Simmer for ten or fifteen minutes, stirring occasionally. Let cool, then put in the fridge overnight to let the flavors really meld.




Puff Pastry:

1 pound (4 sticks) unsalted butter
4 cups AP flour
1 teaspoon salt
Between 1  and  1/2 cups ice water




Take three of the sticks of butter and slice them in half lengthwise and then again widthwise. Arrange them into a rectangle on a large piece of wax paper.

Put another piece of wax paper on top and roll them the butter out into a 9x12-inch rectangle between the sheets of waxed paper. Chill for at least four hours.

Put the four cups of flour into a food processor. Cut up the remaining stick of butter and add it, bit by bit, to the flour and pulse into dusty crumbs.

Dump the butter-flour crumbs into a big bowl and add ice water gradually, stirring, just until the dough comes together.

Knead for a couple minutes until smooth. Wrap and refrigerate four hours or overnight. Roll the dough out into a 1/4-inch-thick rectangle and place the butter rectangle on top.

 Fold the corners of the dough over the butter and rollout to its previous size. Fold the sides of the dough up to the middle,like folding a piece of paper into thirds, then fold it again in half —like closing a book. You're working the butter into the dough in finer and finer layers; the butter if it stays cold will puff the pastry up in delicious and spectacular ways when you're finished.

Wrap this parcel well and put back in the fridge for at least an hour or two. Take the dough out and roll the parcel out into the rectangle again, then repeat the folding process. This is working the butter into the pastry in finer and finer layers.

Continue this process - rolling out, then folding.These are called turns. Do at least four turns - six or more is even better. It's very simple: the longer you let the dough rest and chill between turns, and the more turns you do, the lighter and flakier your pastry will be. I did five turns over the course of about 8 hours, and mine was fine - but if I was doing some other kind of pastry I would definitely let it sit overnight at least once.
Assembly 1 egg, beaten Coarse sugar Heat the oven to 375°F. Line a baking sheet with parchment paper. 

Take a third of the the puff pastry dough from the fridge. It should be very cold and firm, but not hard.
Roll it out to a thickness of about 1/8-inch. Cut small circles - I used a biscuit cutter that gave me four-inch circles. You could do larger, but I wanted a lot of individual pastries. Put a small dollop of filling (about 1 teaspoon) in the center of each dough circle.

Fold in half, like a potsticker dumpling, and seal the edges with your fingers. Now bring the two pointy edges up and fold them in the center, on the curved seam.

Flatten out the little pouch with your fingers, and roll it into a small circle - just thin enough that the filling shows through the dough a little.

Try not to let it leak out, though. Make two or three shallow slashes in the top of the finished round cake. Brush with beaten egg, and sprinkle with sugar. (Note: I think that my pastry dough was pretty warm by this point, from all the handling and rolling.


eccless cake

I didn't try this at the time, but in the future I think I would put the finished, unbaked pans of cakes in the fridge or freezer to let them chill again - maybe for an hour. This would make a higher, lighter pastry.)
Bake for about 20 minutes, or until golden brown and puffy. Try not to eat one immediately - the hot raisin filling will scorch your mouth – believe me, I know. These are amazingly good even a few days later. 


eccless cake w/ sprinkle sugar

Dan lulus juga akhirnya..........................................................................!!!!!!!



Sunday, 29 January 2012

Fortune Cookies



Awalnya tidak terlalu dibaca dengan seksama apa isi email yang masuk pada akhir tahun lalu,  tapi menjelang berakhirnya bulan Januari ini, baru teringat dengan tantangan KBB#27 , setelah membuka email yg berisi petunjuk tantangan resepnya  mulai berpikir apa dan bagaimana si cookies ini..:)

Sedikit intermezzo, seperti apa sih sebenarnya fortune cookies ini ?? nah dibawah ada cerita singkatnya monggo di simak..:)

....."Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan.  Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.


Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini  akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.


Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.


Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi `permainan' dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca...."


Aku mencoba membuat sesuai dengan resep, berharap hasilnya akan bagus sesuai dengan bayanganku, ternyata tidak semudah yang dikira, dalam pembuatan kukis ini ada beberapa kendala yang aku alami :

  1. suhu harus benar-benar diperhatikan di resep tertulis 300 derajat fahreinheit, ternyata di ovenku kudu dinaikkan lagi sampai 350 derajat fahreinheit agar matangnya cepat.
  2. membuatnya juga melipatnya kudu telaten apalagi suhu kukisnya masih panas...benar2 kudu usaha dan sabar
  3. dari 1 resep yang dibuat ada bbrp batch yg gagal, karena kekeringan, menjadi garing, ada yang dilipat patah ada yang masih lembek dan ketebalan, tapi semua itu adalah seninya mencoba resep ini.
  4. Akhirnya setelah berjuang dengan waktu yang bisa dibilang tidak cukup sebentar itu, menghasilkan sekitar 10 pieces fortune cookies....
  5. Tapi kalau ditanya mau mencoba lagi..?? sepertinya tidak buatku,  kalau saja ada di indonesia pabrik yang memproduksi, lebih baik saya membeli daripada membuat hahahaha.......


Ada yang penasaran ? silahkan dicoba resep dibawah ini :

Ohya, berhubung tantangan kali ini pas bener dengan perayaan tahun baru cina, maka aku buat dalam versi merah dengan memberi bbrp tetes pewarna merah..., sesuai harapan agar dapat angpao dan keberuntungan seperti yg tertulis di sepotong kertas didalamnya......hehehe..........( iseng - iseng aja..)



Fortune Cookies



Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.


Ingredients:
2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water


Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets
2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.


Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies.





Dan karena sudah berusaha mencoba, fortune cookies nya dinyatakan lulus...:))






Wednesday, 30 November 2011

Panettone, KBB #26


Dibalik cerita berbenah dll.., dan lagi2 bbrp tantangan baking aku lewati, kali ini kudu dan harus walau mepet juga akhirnya..., disempatkan membuat roti chrismast ala Italia Panettone...

kendala waktu, dan bla..bla...yang sudah basi untuk diungkapkan membuat baking kali ini tidak begitu sukses menurutku..., pertama adonan di uleni tidak lama karena sudah capek duluan, alhasil kekalisannya tidak terpenuhi...

kedua saat memanggang karena ditinggal terus dan waktu yang sedikit.., matangnya belum maksimal walau sudah rada gosong permukaannya..., sehingga dome yg sudah terbentuk ditengah mengempes lagi walau tidak banyak.

ketiga..., hehehe cetakan yg ada terlalu besar, tidak sempat memilih cetakan yg lebih kecil atau memakai cups dll, jdnya yah tidak terlalu menjulang tinggi layaknya panettone yg dijual..

over all, enak..., rotinya pun tandas apalagi dengan banyak buah2an kering ditambahkan, ditemani secangkir kopi sore hari..., sambil ngobrol, akhirnya panettone pun ludes..kebetulan keluarga sedang berkumpul di rumah....

--------------------------------------------------------




Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet


Ingredients

 - 1 1/2 cakes of fresh baker's yeast
- 65 ml (1/4 cup) sugar
 - 6 tbsp. warm water
- 6 egg yolks
- Finely grated zest of 1 lemon
- A pinch of salt
 - 500-750 ml (2-3 cups) flour
 - 100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
 - 100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
- 4 tbsp. sultanas
- 4 tbsp. currants
 - 1 tsp. vanilla



 Method
 Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes;
 pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar;
gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained - the dough should easily come together into a ball;
 gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic;
 add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;
place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;
 punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;
line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;
cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;
remove the paper from the top; brush the top with softened butter.




Baking

Preheat the oven to 200°C (400° F);
place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;
reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;
 remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding.





lulusssss untuk tantangan kali ini....., thank you hosts.....:)




Saturday, 30 July 2011

Rich Chocolate Tart

Setelah non aktif selama 3 tantangan berturut-turut setelah melahirkan baby rayna, maka pada tantangan ke 24 KBB ini aku mencoba masuk dapur untuk baking lg walau mood masih naik turun karena kesibukan mengurus 2 krucil yang hrs mendpt perhatian extra..:)

Menyelesaikan tantangan ini pada minggu terakhir di bulan July ini.., disela waktu yg sempit, juga dengan photo yang tidak terlalu istimewa..:), mungkin kudu dilemaskan kembali tangan ini untuk memegang kamera yg sempat lama ditinggalkan..:)

Walau tidak begitu puas dengan hasilnya karena suhu oven tidak di kontrol dll.., so far choco tart nya tandas..dalam 2 hari...

Inilah tahap awal kembali baking..:)

Rich Chocolate Tart






KBB#24: Rich Chocolate Tart


Sumber: Best Food Desserts. The Australian Women Weekly.
Untuk 10 porsi

Pastry

185g tepung terigu
25g coklat bubuk
55g icing sugar mixture
150g mentega dingin, cincang
2 kuning telur
1 sdt air dingin


Campur tepung, bubuk coklat, gula dan mentega di dalam mangkuk FP, lalu proses hingga tercampur rata. Masukkan kuning telur dan air, proses lagi hingga menggumpal. Uleni adonan hingga lembut. Tutup menggunakan plastik, dinginkan di kulkas selama 30 menit.
Panaskan oven, suhu sedang (moderate).

Giling adonan pastry hingga cukup lebar untuk memuat loyang tart bongkar pasang ukuran 24cm yang sudah diolesi mentega hingga ke sisi2nya. Letakkan pastry ke dalam loyang, tekan-tekan ke sisi-sisinya, lalu ratakan pinggirannya. Tutup, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Tutup pastry dengan baking paper, isi dengan kacang2an kering atau beras, letakkan di atas loyang oven. Panggang tanpa ditutup selama 15 menit. Keluarkan kertas dan kacang2an/beras, panggang lagi 10 menit hingga sedang kecoklatan. Dinginkan.


Chocolate Filling
4 kuning telur
2 butir telur
55g gula caster
80ml krim kental
300 DCC, lelehkan
1 sdt ekstrak vanilla



Buatlah pastry, lalu turunkan panas oven hingga suhu rendah (moderately slow).

Kocok kuning telur, telur dan gula caster di dalam mangkuk kecil dengan mixer hingga kental dan creamy. Masukkan krim, coklat dan ekstrak.

Tuang adonan coklat ke dalam pastry yang sudah dipanggang. Panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set. Dinginkan selama 10 menit. Jika suka taburi dengan ekstra coklat bubuk, hidangkan.




Sedikit catatan buatku..: Saat memanggang walau waktu yg tertulis di resep adalah 30 menit, suhu harus di perhatikan dengan baik.., terbukti saat menit ke 20 ternyata permukaan  adonan sudah terlalu kering tapi tidak gosong.., untung cepat dikeluarkan dari oven.., pepatah kenalilah oven anda dengan baik...memang benar adanya..:)

Setelah pemotretan, satu slice yang dijadikan obyek..langsung dicoba sedikit demi sedikit.....sstt oleh ku sendiri bukan oleh asistenku lho....hehehe......




Ohya.., mau tau asisten yang menemaniku baking pada waktu siang menjelang sore yang cerah..., dengannya suasana baking makin rame dan berwarna...hahahaha.........

Inilah dia...my little chef........!!!!



Dan hasil akhir dinyatakan lulus......!!!! thank you.....:)








Saturday, 27 November 2010

Kue Bangket Jahe

Kue Bangket Jahe




Mengingatkan kembali pada makanan tradisional Indonesia, maka KBB kali ini mengangkat bangket sebagai tantangan yang harus di lakukan untuk bulan ini.
Dulu aku tidak begitu menyukai kue ini, padahal di Sumatra dimana kami hidup sewaktu kecil..kue ini memang tidak pernah absen untuk kudapan hari raya lebaran, dalam suasana menyiapkan penganan hari raya, tentunya selain masakan yg super lengkap, kue2 yang bermacam2, ibuku selalu menyempatkan diri untuk membuat 1-2 macam kue bangket ini.
Tapi sayangnya hehehe..aku jarang menyentuhnya , mungkin krn disetiap rumah yg dikunjungi bisa dipastikan kue ini selalu ada……akhirnya timbul bosen duluan pdhl mencicipi pun aku jarang….ga tau knp..

Tapi kali ini mau tidak mau aku hrs bernostalgia lagi dan membuat kue ini dengan tanganku sendiri…, beruntungnya aku sejak pindah ke Indonesia bbrp bulan lalu…, ibuku pun ada didekatku…jadi aku bisa mengorek kembali resep2 yang pernah beliau bikin terutama kue bangket ini…

Kendala datang..karena ibu sudah tua…catatan kue2nya pun entah dimana…dan diperparah dgn takaran pembuatan kue jaman dulu yg selalu tidak pernah akurat.., seperti memakai gelas belimbing, satu mangkuk..ini…, satu mangkuk itu…membuatku memutar otak gimana enaknya ya..untuk mewujudkan resep ibu ini.

Setelah diutak atik, akhirnya aku dan ibu merumuskan resep sesuai dgn ingatannya dan juga modifikasi dari keinginanku, misalnya untuk jahe krn saat lagi hamil begini senang dengan rasa yang lebih strong pedasnya dll, karena itu jahe nya aku perbanyak, lalu ditambahkan kayu manis juga dlm adonan gula santannya.

Tips dari ibu, santan hrs yang fresh dan benar2 kental, dimasak sampai menjadi galendo akan membuat kue menjadi mengembang dan retak2. Tapi dlm prakteknya aku tidak terlalu memasak sampai menjadi pure galendo krn adonan santan dan gula yg aku masak sudah sangat kental, akhirnya apinya aku matikan.

Setelah kue matang, aku dan ibu penasaran dengan rasa nya karena saat di oven bau harum rempahnya sangat mengundang selera…ternyata saat aku mencicipi..hmm…ya ampun..enak bener…, rasa jahe nya yg kuat disertai bau pandan dan kayu manis yg bercampur jd satu..gurih santan dan margarine..lengkap sudah….sore itu aku berhasil menaklukan bangket…kue yg dulu tidak pernah kusuka…akhirnya hari ini aku harus bilang…..aku menyukainya sangat…….hmmmm…………..

Kue Bangket jahe



Bangket Jahe
Resep asli dari Ibuku modifikasi Ema Yudistira
Bahan :

150 ml santan yang sangat kental
60 gr gula merah
50 gr jahe, diparut
60 gr margarine
60 gr gula halus
1 telur
½ sendok teh baking soda
300 gr tepung sagu atau tapioca
3 cm kayu manis batangan
2 lbr daun pandan
Sdkt garam

Kue bangket jahe



Cara membuat:

1. Rebus gula merah, kayu manis, dan santan sampai gula larut lalu saring.
2. Jahe parut dibagi 2, satu bagian diperas, dibuang ampas sebagian dibiarkan saja
3. Jerang kembali gula dan air santan lalu masukkan jahe parut dan air jahe nya juga garam.
4. Masak sampai mengental dan berminyak, lalu angkat, dinginkan.
5. Cuci dan potong 2 pandan, lalu panaskan wajan, sangrai tepung sagu dan pandan tsb sampai rada kekuningan dan harum.dinginkan.
6. Kocok margarine, gula halus dan telur hingga lembut
7. Pisahkan pandan dr tepung lalu masukkan tepung kedalam kocokan telur beserta margarine dan gula halus tadi , aduk rata.
8. Sedikit demi sedikit, masukkan larutan santan kental, sambil terus diaduk, sampai adonan sdh bisa dibentuk dan tidak terlalu lembek.
9. Gilas adonan lalu bentuk dan cetak sesuai selera.
10. Oven pada suhu sekitar 160-170 dengan waktu kurang lebih 25 menit.
11. Angkat dan dinginkan, simpan di toples siap dinikmati.



Kue Bangket jahe






Saturday, 30 January 2010

January 2010


Awal January banyak hal yang terjadi dimana salahsatunya adalah ujian dari ALlah SWT untuk kami..,sesuatu yang kami rasakan sebagai penguji sabar dan tawakal kami kepadaNya....,insyaallah bisa kami lalui dengan hati yang ikhlas amin..

Di bulan ini juga..group yang sama2 kami dirikan dengan teman2 Dwiana Porter,Sefa Firdaus, Elsye Surianto,Eliza Adam, Ira Rodrigues, Sheila, dan Dhita Beechey, yaitu Still Life Food Photography sudah menginjak 1 tahun...tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat..., untuk itulah dalam challenge ke 11 kali ini yg kebetulan di host oleh Eliza Adam dan Vania Samperuru, membawa tema CELEBRATION....

Tema yang bener2 menarik....!!, tentunya perlu persiapan untuk membuat photo2 yg sesuai dengan suasana celebration..., Bagaimana aku merepresentasikan tema ini ke dalam photo..?? spt dibawah ini :

9


birthday party for kids....



3

private party with closed friends....



SLF 11





Lebih jauh hasil photo2ku ttg SLF challenge#11 ini bisa dilihat DISINI

===================================================

Ada juga tantangan dari KBB group yang aku ikuti dengan membuat Mud Cake Cookies Sandwich, dimana photo2 cookies yang sudah dibuat seperti dibawah ini :


edt1




edt6




edt5



Menarik jg ada di KBB krn selalu bereksperimen dengan resep2 baru.., lebih jauh tentang tantangan KBB ini bisa di lihat DISINI

Itu cerita2 ttg kegiatan selama bulan January ini...., semoga bulan depan tetap semangat dengan hobby dan ide2 baru lagi.., tentunya aku berharap teman2 juga akan mengalami hal yg sama...,tetap semangat...!!


So, happy weekend everyone...:)